Bupati Andi Rudi Latif: Sekolah Rakyat Jadi Investasi Masa Depan

Facebook
Twitter
WhatsApp

KABARTANAHBUMBU.COM, TANAH BUMBU – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menilai keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu bukan sekadar program pendidikan, tetapi investasi jangka panjang untuk membuka masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga rentan.

Pandangan tersebut tercermin dari pengalaman Mardiasah, 52 tahun, warga Pagatan, yang kini mendapat kesempatan menyekolahkan anaknya, Aditya Rehan Al-Ghazali, di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu. Aditya tercatat sebagai siswa kelas 1 SMA setelah sebelumnya bersekolah di SMPN 1 Pagatan.

Mardiasah memiliki lima anak, dua di antaranya masih bersekolah. Ia sehari-hari bekerja di bidang kebersihan sekolah, sementara suaminya masih menjalani masa pemulihan setelah mengalami stroke. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pendidikan menjadi salah satu beban yang harus diperhitungkan keluarga.

Untuk kebutuhan jajan satu anak yang bersekolah saja, Mardiasah mengaku dapat mengeluarkan sekitar Rp30 ribu per hari. Angka tersebut belum termasuk kebutuhan sekolah dan keperluan rumah tangga lainnya.

Karena itu, kesempatan Aditya mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat disambut dengan rasa syukur. “Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk sekolah di sini. Semoga anak saya bisa belajar dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mardiasah.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu diikuti 270 peserta didik. Mereka berasal dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 berdasarkan pemeringkatan sosial ekonomi serta berasal dari berbagai kecamatan di Tanah Bumbu.

Para siswa menjalani pendidikan dengan pola berasrama. Pada tahap awal, mereka mengikuti orientasi lingkungan sekolah dan screening kesehatan sebelum memulai aktivitas pendidikan.

Menurut Andi Rudi Latif, keberadaan Sekolah Rakyat turut memberi ruang bagi orang tua untuk lebih fokus memenuhi kebutuhan dan meningkatkan produktivitas keluarga.

“Adanya Sekolah Rakyat, 270 keluarga tanggung jawabnya menjadi lebih ringan dan bisa memikirkan hal-hal lain,” kata Andi Rudi Latif.

Bagi keluarga seperti Mardiasah, program tersebut tidak hanya menghadirkan akses pendidikan, tetapi juga menjadi harapan agar anak-anak dari keluarga rentan memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Berita Terbaru