KABARTANAHBUMBU.COM, TANAH BUMBU – Peresmian fasilitas navigasi penerbangan di Bandara Bersujud, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menandai langkah penting dalam peningkatan kualitas transportasi udara di daerah tersebut. Peresmian pengoperasian Aerodrome Control Tower atau menara pengawas lalu lintas udara itu dilakukan oleh Andi Rudi Latif bersama Capt. Avirianto Suratno, Senin (9/3/2026), di kawasan Bandara Bersujud, Kecamatan Simpang Empat.
Momentum ini juga dirangkai dengan syukuran atas terbitnya Sertifikat Penyelenggaraan Pelayanan Lalu Lintas Udara yang diberikan kepada penyelenggara layanan navigasi penerbangan di bandara tersebut. Prosesi ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas peningkatan standar pelayanan keselamatan penerbangan di wilayah Tanah Bumbu.
Direktur Utama AirNav Indonesia menyampaikan bahwa sertifikat tersebut menegaskan bahwa layanan lalu lintas udara di Bandara Bersujud telah memenuhi ketentuan dalam Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS). Dengan pengakuan ini, operasional navigasi penerbangan di bandara tersebut dinilai telah sesuai standar pelayanan, keselamatan navigasi udara, serta prosedur operasional Air Traffic Control (ATC).
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, mengatakan peningkatan kualitas infrastruktur transportasi udara diharapkan mampu membuka akses wilayah secara lebih luas serta memperkuat konektivitas daerah. Menurutnya, keberadaan fasilitas navigasi yang memenuhi standar nasional maupun internasional menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menambahkan, penguatan sektor transportasi udara merupakan bagian dari upaya mendukung visi pembangunan daerah 2025–2029, yakni BerAKSI menuju Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab. Infrastruktur yang memadai diyakini akan mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga meresmikan Waroeng Aksi Merah Putih di kawasan Bandara Bersujud. Kehadiran ruang usaha tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk memasarkan produk sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan sejumlah kendaraan operasional guna mendukung pelayanan publik dan kesiapsiagaan berbagai instansi. Bantuan tersebut meliputi satu unit ambulans, satu unit truk Dalmas, satu unit mobil tangki Satpol PP, satu unit truk Dalmas BPBD, satu unit truk operasional, satu unit bus untuk Kodim 1022, satu unit truk Dalmas Yonif TP 828, serta lima unit ambulans untuk RSUD setempat.
Penguatan fasilitas transportasi dan layanan publik ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai kebutuhan darurat.





