Paripurna HUT ke-23, Tanah Bumbu Catat Ekonomi 5,52% dan IPM Tinggi

Facebook
Twitter
WhatsApp

KABARTANAHBUMBU.COM, TANAHBUMBU – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanah Bumbu dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-23 digelar pada Senin (6/4/2026) di Gedung DPRD setempat. Momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus pemaparan arah pembangunan daerah yang semakin difokuskan pada penguatan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Sekretaris Daerah Yulian Herawati menyampaikan bahwa arah pembangunan daerah mengacu pada tema RKPD Tahun 2026, yakni “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan, Keterampilan, Ketersediaan Lapangan Kerja, Ketahanan Pangan, dan Pelayanan Kesehatan”. Tema tersebut selaras dengan semangat peringatan hari jadi ke-23, yaitu “SDM Tangguh, Ekonomi Tumbuh, BerAKSI Bersama Membangun Tanah Bumbu yang Maju dan Berdaya Saing”.

Dalam sambutannya, Yulian Herawati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu untuk terus mengoptimalkan seluruh potensi daerah guna mewujudkan pembangunan yang maju, makmur, dan beradab hingga tahun 2029. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan sebagai bagian dari upaya mencapai visi dan misi pembangunan jangka menengah.

Pada kesempatan itu, Pemkab Tanah Bumbu juga memaparkan capaian kinerja pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Realisasi kinerja daerah tercatat sebesar 81,20 persen dengan kategori sangat berhasil. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 75,09 atau berada pada kategori tinggi.

Pertumbuhan ekonomi daerah juga mengalami peningkatan signifikan hingga 5,52 persen pada 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 3,13 persen, didukung kondisi keamanan dan ketertiban yang terkendali sepenuhnya.

Di sektor pendidikan dan kesehatan, rata-rata lama sekolah mencapai 8,44 tahun, harapan lama sekolah 12,80 tahun, serta usia harapan hidup 74,44 tahun. Dari sisi ketahanan pangan, produksi padi gabah kering giling mencapai 58.749 ton dengan produksi beras 34.760 ton. Pendapatan asli daerah juga tumbuh sebesar 18,59 persen.

Kemajuan desa turut menjadi indikator penting, dengan 110 desa berstatus mandiri, 33 desa maju, dan 9 desa berkembang tanpa desa tertinggal. Capaian ini disebut sebagai hasil sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di Tanah Bumbu.