Pemkab Tanah Bumbu Gelar Pasar Murah Jelang Nataru 2025

Facebook
Twitter
WhatsApp

KABARTANAHBUMBU.COM, Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kembali menggelar Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah. Kegiatan yang berlangsung di Desa Angsana, Kecamatan Angsana, pada Selasa (4/11/2025) tersebut disambut antusias warga yang ingin memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang momentum libur akhir tahun.

Sebanyak 250 paket sembako vital disediakan, dilengkapi dengan berbagai komoditas pangan seperti mentega, kopi, kecap, telur ayam, beras SPHP, serta aneka hasil perikanan. Seluruhnya dijual dengan harga subsidi agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan harian tanpa terbebani lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang Hari Natal dan Tahun Baru.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Hamaluddin Tahir yang disampaikan oleh Kepala Bidang Perdagangan, H. Heriansyah menegaskan bahwa pasar murah ini menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi keluarga rentan. Menurutnya, Pemkab Tanah Bumbu konsisten melaksanakan program stabilisasi harga pangan dan membantu masyarakat ekonomi lemah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Heriansyah mengungkapkan, sepanjang November 2025, pihaknya mengagendakan pelaksanaan Pasar Murah Hari Besar sebanyak sepuluh kali di berbagai titik wilayah Tanah Bumbu. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mencegah inflasi pangan lokal menjelang musim perayaan dan liburan.

Kegiatan Pasar Murah di Desa Angsana turut mendapat dukungan dari Gatriwara, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Komunikasi, Usaha Mikro, Koperasi dan Perdagangan (Diskumdagri). Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Gatriwara Wilayah Dapil 3, Sari Rizkiana, SE, yang kemudian menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada warga kurang mampu sebagai tanda dimulainya distribusi.