Siapa Berani Usik PDIP?

Facebook
Twitter
WhatsApp

KABARTANAHBUMBU.COM – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, kerap menyinggung upaya pihak-pihak tertentu yang mencoba mengusik soliditas partainya.

Mengutip istilah Bung Karno, Vivere Pericoloso (hidup dalam bahaya), lima tahun mendatang tampaknya menjadi periode yang penuh tantangan bagi PDIP.

Berbagai isu mulai bermunculan menjelang Kongres Besar pada April mendatang. Kasus hukum yang menjerat Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, hingga desakan agar Megawati mundur dari jabatan ketua umum, menjadi sorotan utama.

Hasto saat ini menyandang status tersangka dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan (obstruction of justice). Situasi ini memunculkan pertanyaan: siapa yang berani menggoyang PDIP, dan apa kepentingan di balik semua ini?

Serangan dari Luar?

Direktur Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai upaya untuk mengguncang PDIP berasal dari faktor eksternal, bukan internal.

“Saya melihat ini sebagai arahan eksternal ketimbang internal. Kepemimpinan Ibu Mega sejak awal telah terbukti solid dan kokoh.

Jika ditanya siapa pihak eksternal tersebut, saya kira ini tak lepas dari perseteruan panjang antara PDIP dan Pak Jokowi,” ujar Agung kepada CNN Indonesia pada Senin (13/1).

Sebagai langkah preventif, Agung menyarankan PDIP untuk mengambil sikap tegas terhadap kader yang tersangkut kasus hukum, termasuk Hasto.

Ia menyarankan agar PDIP menunjuk sekretaris jenderal baru demi menjaga kelancaran proses internal partai.

“Tetapkan pelaksana tugas (Plt) Sekjen agar Hasto dapat fokus menghadapi kasus hukumnya. Bahkan, jika diperlukan, carilah sekjen baru untuk memastikan tidak ada kendala administratif maupun strategis.

Dengan demikian, citra partai dapat terselamatkan dari pandangan negatif publik,” kata Agung.

Perkuat Konsolidasi Internal

Agung juga menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi internal untuk mengantisipasi politik pecah belah di tengah situasi saat ini. Selain itu, ia menyarankan PDIP untuk tetap membuka ruang komunikasi dengan pemerintahan Prabowo.

“Komunikasi dengan pemerintahan Prabowo penting sebagai penyangga, memastikan semua langkah yang diambil tetap sesuai aturan,” tambahnya.

Mega, Sosok Kunci Soliditas

Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menilai bahwa PDIP akan sulit digoyang selama Megawati masih menjadi ketua umum.

Menurutnya, Megawati memiliki kemampuan menjaga soliditas partai di tengah berbagai tekanan.

“Bagaimanapun, Bu Mega sebagai ketua umum punya kemampuan untuk menjaga soliditas partai.

Keretakan di internal, jika ada, merupakan hal yang wajar. Selama ini, kita melihat kemampuan Bu Mega menjadi faktor utama dalam menjaga kesatuan partai,” kata Arifki.

Ia juga melihat adanya indikasi untuk merusak soliditas internal PDIP. Namun, menurutnya, hal ini lebih terkait dengan persaingan politik antara PDIP dan Presiden Jokowi, terutama dalam konteks kontestasi politik.

Arifki menegaskan bahwa apa yang terjadi saat ini tidak berkaitan langsung dengan suksesi kepemimpinan di PDIP untuk Kongres mendatang.

Dalam kondisi ini, sosok Megawati dinilai tetap krusial meskipun berpotensi menghambat regenerasi kepemimpinan.

“Dengan berbagai guncangan yang dihadapi, PDIP membutuhkan sosok yang mampu menyatukan faksi-faksi di internal partai. Meskipun tidak sebanyak faksi di partai lain, peran Bu Mega tetap penting untuk meredam konflik internal,” tandasnya.