Tanah Bumbu Siap Jadi Motor Penggerak KSPEAN di Kalimantan Selatan

Facebook
Twitter
WhatsApp

KABARTANAHBUMBU.COM, Tanah Bumbu – Kabupaten Tanah Bumbu menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang digagas pemerintah pusat. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Sekretaris Daerah, Yulian Herawati, dalam Rapat Koordinasi dan Kunjungan Lapangan KSPEAN di Mahligai Iman, Kantor Bupati Tanah Bumbu, Rabu (1/10/2025).

Yulian menegaskan, Tanah Bumbu siap memperkuat sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan dengan dukungan teknologi serta inovasi. Selain itu, daerah ini juga berkomitmen mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan, menjaga keberlanjutan sumber daya air, serta membangun kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

“Dengan adanya kunjungan lapangan ini, kami berharap semakin jelas peta potensi, tantangan, sekaligus solusi yang bisa ditempuh bersama. Sehingga KSPEAN benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan Kalimantan Selatan dan memberi kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional,” ujar Yulian.

Menurutnya, Tanah Bumbu memiliki potensi besar dalam mendukung program strategis ini, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, hingga energi terbarukan. Sumber daya air yang melimpah juga diharapkan mampu menopang kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan ekonomi daerah.

Yulian menekankan bahwa percepatan pembangunan KSPEAN membutuhkan sinergi lintas sektor. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, swasta, akademisi, dan masyarakat agar pembangunan berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

KSPEAN sendiri diproyeksikan sebagai terobosan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air, sekaligus menjadi pondasi pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan ini, selain Tanah Bumbu, juga terlibat Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala sebagai bagian dari wilayah strategis provinsi.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Kemenko Pangan RI, Karsan, turut hadir dan memaparkan potensi pembangunan kawasan strategis nasional dalam rapat tersebut.