KABARTANAHBUMBU.COM, TANAHBUMBU – Suasana Gedung Rumah Oleh-oleh di Kabupaten Tanah Bumbu mendadak semarak, Rabu (2/4/2026), saat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, menyambut kunjungan artis ibu kota, Asty Ananta. Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah kepada publik yang lebih luas.
Dalam agenda itu, Asty Ananta terlihat antusias menelusuri beragam produk lokal, mulai dari olahan pangan hingga kerajinan tangan yang menjadi identitas Tanah Bumbu. Perhatian utamanya tertuju pada kain tenun khas Pagatan yang dikenal memiliki nilai seni tinggi dan proses pembuatan yang masih mempertahankan teknik tradisional.
Tak sekadar melihat, Asty Ananta juga mencoba langsung proses menenun didampingi Andi Irmayani Rudi Latif. Ia merasakan kompleksitas serta ketelatenan yang dibutuhkan para perajin dalam mengolah benang menjadi kain bernilai ekonomi dan budaya. “Luar biasa sekali melihat bagaimana dedikasi para perajin di sini. Dari proses tradisional ini lahir gaun-gaun cantik yang punya karakter kuat,” ujar Asty di sela kunjungannya.
Kehadiran figur publik tersebut dinilai menjadi dorongan positif bagi pengembangan promosi produk lokal. Andi Irmayani Rudi Latif menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut, yang diharapkan mampu meningkatkan eksposur UMKM Tanah Bumbu di tingkat nasional. Ia menegaskan, meski gedung rumah oleh-oleh masih dalam tahap penataan, komitmen untuk mengenalkan produk daerah tetap menjadi prioritas.
Menurutnya, rumah oleh-oleh ini dirancang sebagai etalase utama produk unggulan sekaligus ruang promosi budaya lokal. Dengan lokasi strategis di pusat kota, fasilitas ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata belanja dan budaya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat branding Tanah Bumbu sebagai daerah yang kaya akan produk kerajinan dan kearifan lokal, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM setempat.





