Proyek Dermaga dan Pendalaman Alur Pelayaran Jhonlin Group Dimulai, Dorong Konektivitas dan Investasi Kawasan

Facebook
Twitter
WhatsApp

KABARTANAHBUMBU.COM, TANAH BUMBU – Pembangunan dermaga dan pendalaman alur pelayaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan resmi dimulai melalui upacara peletakan batu pertama di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (1/11/2026). Proyek Jhonlin Group ini diharapkan memperkuat akses kapal besar ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, menarik investasi, serta membuka peluang kerja.

Proyek Dermaga dan Alur Pelayaran Kawasan Industri Kimia Batu Bara Kalimantan Timur serta Proyek Alur Pelayaran Setangga, Kalimantan Selatan tersebut merupakan pekerjaan infrastruktur maritim yang dibangun Jhonlin Group sebagai pemilik proyek. Pelaksananya adalah kontraktor engineering, procurement, and construction (EPC) China Communications Construction Company (CCCC).

CEO Jhonlin Group Feriyandi menyampaikan bahwa proyek di bawah PT Dua Samudera Perkasa ini mencakup pembangunan dermaga di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dan pendalaman alur di tiga lokasi. Dua lokasi dikerjakan tahun ini dan satu lainnya tahun depan.

Pendalaman alur di Paser mendukung dermaga yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Sementara di Setangga, pendalaman alur dilakukan sepanjang lebih dari 34 kilometer hingga kedalaman sekitar 15 meter.

Menurut Feriyandi, setelah selesai, kapal-kapal besar dapat berlayar dan bersandar di area dermaga Setangga. Ia berharap investor asing tertarik menanamkan modal di KEK Setangga, yang disebutnya berstatus Proyek Strategis Nasional.

“Secara teoritis, ketika investasi meningkat, maka belanja juga akan meningkat dan output ekonomi juga akan tinggi. Di sisi lain, lapangan kerja juga akan terbuka seluas-luasnya,” ujar Feriyandi.

Ia menambahkan, pemerintah dan semua pihak diharapkan memberikan prioritas percepatan perizinan, memberikan fasilitas fiskal dan nonfiskal serta dukungan dalam pembangunan infrastruktur dan konektivitas.

“Hilirisasi tanpa infrastruktur yang memadai tentu tidak dapat diwujudkan, karena infrastruktur adalah bagian integral dari proses hilirisasi,” katanya.

Menurutnya, Jhonlin berencana melanjutkan pembangunan dermaga di kawasan Sebamban. Feriyandi juga menyebut kerja sama dengan Tiongkok tidak hanya dilihat dari sisi bisnis, tetapi juga alih teknologi dan transfer pengetahuan agar generasi muda Indonesia dapat belajar.

Ia menyinggung pula peletakan batu pertama pabrik SANY sehari sebelumnya yang, menurutnya, akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.

Sementara itu, perwakilan CCCC, Song Wentao, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Jhonlin Group mengerjakan tiga proyek sekaligus. Ia menyebut ketiga proyek telah memasuki tahap pelaksanaan, dan untuk dua proyek alur pelayaran, kapal pertama serta personel sudah berada di lokasi.

Menurutnya, dengan tersedianya alur pelayaran yang memadai untuk kapal berukuran besar dan dermaga modern, batu bara, produk kimia, peralatan, serta berbagai material dapat diangkut keluar dan masuk secara lebih efisien. Hal ini akan memungkinkan rantai industri di kawasan tersebut berkembang dan beroperasi secara optimal.

Feriyandi turut meminta kontraktor utama dan seluruh mitra kerja yg terlibat dalam pekerjaan proyek ini dalam pelaksanaannya nanti untuk memperhatikan aspek keselamatan, dan kesehatan kerja, serta aspek lingkungan lingkungan.

Dimulainya pembangunan ini ditandai dengan upacara peletakan batu pertama yang dihadiri Founder Jhonlin Group H. Andi Syamsuddin Arsyad, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, Direktur PT Dua Samudera Perkasa Efgar Welmar Santos, serta perwakilan CCCC Song Wentao.

Rangkaian acara mencakup lagu kebangsaan Indonesia Raya, pemutaran video profil proyek, doa bersama, serta prosesi peletakan batu pertama dan penimbunan tanah.

Pembangunan dermaga dan pendalaman alur pelayaran ini diharapkan memperlancar pengangkutan barang, mendorong investasi di KEK Setangga, dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Berita Terbaru