KABARTANAHBUMBU.COM, TANAH BUMBU – Ribuan jamaah memadati halaman Ruang Terbuka Publik di samping KFC Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (2/4/2026), dalam kegiatan Aksi Inovasi Tanbu 2026 yang dirangkai dengan Tabligh Akbar bersama Ustadz Aa Hilman Fauzi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu yang berlangsung meriah dan penuh khidmat.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, dalam sambutannya menegaskan bahwa Tabligh Akbar bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum memperkuat nilai spiritual masyarakat di tengah pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Tabligh Akbar ini, mari kita perkuat keimanan dan ketakwaan, mempererat ukhuwah islamiyah, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Pembangunan akan semakin bermakna jika dilandasi akhlak mulia dan spiritualitas yang kokoh,” ujar Andi Rudi Latif.
Ia juga menekankan bahwa peringatan Hari Jadi ke-23 menjadi momen refleksi perjalanan pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas moral dan karakter masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan keagamaan dinilai penting dalam membentuk masyarakat yang berintegritas dan berlandaskan nilai keimanan.
Lebih lanjut, Bupati Andi Rudi Latif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum hari jadi sebagai penguatan tekad bersama dalam menjaga persatuan dan memperkuat sinergi. Ia berharap, dengan kebersamaan tersebut, Kabupaten Tanah Bumbu dapat terus berkembang menjadi daerah yang sejahtera, berdaya saing, dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Aa Hilman Fauzi menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keharmonisan, memperbanyak rasa syukur, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam membangun daerah. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang tetap mengedepankan syiar Islam di tengah perayaan hari jadi, sebagai upaya menyeimbangkan pembangunan fisik dan spiritual masyarakat.





